Garis News Online | Masa lalu, Hari ini & Masa Depan

Bantah Pecah Kongsi Golkar, Anggota Fraksi Daftar Jadi Bacaleg

Mustopa KamalPurwakarta, GARISNEWS – Hampir seluruh anggota Fraksi Partai Golkar Kabupaten Purwakarta kembali mengajukan diri menjadi anggota legislatif. Dari 11 anggota fraksi DPRD Purwakarta, 10 orang sudah mendaftarkan diri melalui partai berlambang beringin itu. Seorang lagi tidak mendaftar karena alasan kesehatan.

Mereka yang sudah mendaftar adalah Ucok Ujang Wardi, mendaftar sebagai bakal calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat. Sedangkan, 9 orang anggota dewan mencalonkan diri sebagai bacaleg DPRD Kabupaten Purwakarta. Mereka terdiri dari Lalam Martakusumah, Komarudin, Ahmad Dimyati, Hendra Gunawan, Ida Mardiana, Enah Rohanah, Rahmat Budi Mulyawan, Dian Kencana, dan Yudilaga.

Terdaftarnya para anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Purwakarta itu secara otomatis membantah isu yang menyebutkan bahwa Partai Golkar ditinggal para kadernya yang duduk di legislatif DPRD Purwakarta. Isu itu terkait dengan adanya pecah kongsi antara Fraksi Golkar DPRD Purwakarta dengan DPD Partai Golkar Purwakarta.

“Isu kepindahan para kader Partai Golkar yang ada di DPRD Purwakarta itu tidak ada buktinya, mereka malah sudah mendaftarkan diri jadi bacaleg di Partai Golkar,” ujar Mustopa Kamal, Wakil Ketua Bidang Informasi DPD Partai Golkar Purwakarta.

Selain anggota fraksi, dijelaskan Kamal, ada sekitar 72 nama yang sudah menggembalikan formulir pendaftaran ke Partai Golkar. Mereka tengah digodok oleh tim sembilan untuk mendapat persetujuan menjadi bacaleg Partai Golkar pada pemilihan legislatif 2014 untuk DPRD tingkat Kabupaten.

Sementara itu terkait banyaknya incumbent yang kembali mencalonkan dipileg 2014 Pengamat Politik Purwakarta Arie Adhitya mengatakan, idealnya anggota legislatif terdiri dari para ahli dengan latar belakang pendidikan formal di bidang tersebut. Parpol sudah saatnya mengubah strategi untuk mendapatkan kursi.

"Kriteria ideal yang harus dimiliki oleh seorang caleg yaitu, ethos (etika), pathos (pengalaman) dan logos (logika berpikir)," katanya.

Selain itu pria yang sekarang aktif di Humas FISIP Universitas Indonesia menambahkan penjaringan caleg tidak hanya berdasarkan ketokohan maupun kharisma figur tertentu, atau karena besaran finansial yang diberikan si calon, tetapi mengedepankan keempat kriteria di atas, agar stigma 5DK (datang, duduk, diam, dengar, duit dan korupsi), dapat hilang dengan sendirinya.

"Rakyat mendambakan wakilnya yang benar-benar terhormat. Terhormat karena etikanya, terhormat karena pengalamannya, terhormat karena logika berfikirnya, serta terhormat karena kemampuannya. Bukan dewan yang menganggap dirinya terhormat tetapi perilakunya tidak layak dihormati," pungkasnya. (GN-006)

 
FacebookTwitterRSS Feed
Senin, 1 September 2014
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini316
mod_vvisit_counterKemarin543
mod_vvisit_counterMinggu ini859
mod_vvisit_counterBulan ini316
mod_vvisit_counterSemuanya470814

We have: 11 guests online