Garis News Online | Masa lalu, Hari ini & Masa Depan

Sex In The Kost Merajalela di Purwakarta

Pesatnya kemajuan dan perkembangan industri di Purwakarta merangsang pendirian tempat-tempat kost. Hal tersebut dimanfaatkan oleh oknum oknum tidak bertanggungjawab dengan mengalih fungsikan kamar kost menjadi tempat bisnis dan transaksi kenikmatan sesaat di kabupaten yang katanya dijuluki Kota Santri ini.

Bergeser nya bisnis dan transaksi sex dari tempat hiburan malam atau hotel ke tempat kost-kostan tak bisa dipungkiri lagi. Disebabkan kurangnya pengawasan dan kontrol dari para pemilik kost dan peran aparatur terkait yang diduga kurang maksimal.

Kost-kostan merupakan tempat tinggal alternatif dan potensial bagi kaum pelajar maupun karyawan yang tidak memiliki kerabat di Purwakarta. Meski kost-kostan bukan berarti tempat yang bebas untuk melakukan sesuatu hal yang negatif, realita saat ini kost-kostan justru dipakai ajang praktik sex bebas.

Ada hal menarik saat reporter garisnews.com melakukan reportase investigasi. Kaum pelajar dan non pelajar lebih memilih kost-kostan yang bebas dari segi aturan. Alias semakin bebas peraturan kost, semakin dicari saat ini. Tak terpungkiri lagi, alasan daripada mereka ingin melakukan sesuatu yang leluasa tanpa harus mematuhi tata tertib yang terkesan mengekang.

Yeti Maryati misalnya, dia selaku ibu kos di Jalan Ateng Sarton (Jalan Gudang) Purwakarta mengaku kebanyakan pemakai jasa kostnya lebih memilih kostan yang terbilang mengutamakan kata “bebas”. Yaa, bebas dari aturan dan mengesampingkan kata “nyaman” dan “aman”.

“Mereka rata-rata menanyakan, “kost-kostannya bebas gak buk???” Terang saja saya menjawab tidak. Yang punya pasangan dan ingin tidur di kostan saya harus punya surat nikah,” papar ibu kost berusia 40 tahun ini. Dari pengakuan narasumber tersebut, terbukti saat ini kost-kostan yang bebas justru lebih diminati daripada kost-kostan yang ketat dari segi aturan.

Sedangkan menurut Memet (20), salah satu pemakai jasa pelayanan kost mengatakan, kost yang bebas lebih menguntungkan ketimbang banyak peraturan. “Kenapa harus banyak aturan?? Toh kita bayar di sini,” tuturnya.

Sedang perspektif  Ibu Ida (38) selaku pemilik kostan putra di Jalan Taman Pahlawan Purwakarta memaparkan hal berbeda dari Yeti yang sama bergelut di dunia bisnis kostan itu. Menurutnya, kost-kostan yang bebas justru lebih menguntungkan.

“Saya sengaja tidak memberikan aturan yang ketat. Namanya juga kost-kostan cowok, masa mau di kekang?? Yaa asal bayarannya tidak telat aja saya gak marah” ucapnya.

Terlihat dari perbedaan persfektif antar kedua ibu kostan itu, kost-kostan di Purwakarta semakin pula banyak diminati pelajar dan karyawan. Karena realita saat ini, kost yang bebas tetap menjadi sasaran empuk dalam hal tempat tinggal sementara. Ini dikarenakan anak kost lebih suka tidak terikat dengan peraturan, alias bebas lepas. Kendati demikian, bebasnya aturan main kost-kostan mengarah kepada praktik sex bebas.(GN-006)

 
FacebookTwitterRSS Feed
Jumat, 1 Agustus 2014
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini57
mod_vvisit_counterKemarin607
mod_vvisit_counterMinggu ini3342
mod_vvisit_counterBulan ini57
mod_vvisit_counterSemuanya451051

We have: 9 guests online